September 28, 2005

Pembicaraan Tidak Penting

 




quote of the last week:


"...lo kalo mau bunuh diri jangan nyusahin orang dong!!"

<< Home






September 27, 2005

Wanita yang Mencintai Jeruk Dengan Sepenuh Hati

 

Wanita itu mencintai jeruk dengan sepenuh hati.
Sebagai salah satu bentuk cintanya kepada jeruk, ia ingin sekali membuat kebun jeruk di rumahnya. Tapi karena halaman rumahnya kecil, jadinya ia memelihara sebuah pohon jeruk yang ditempatkan di dalam pot. Pot itu diletakkannya di balkon kamarnya di lantai dua.
Tiap hari tak henti-hentinya ia duduk di balkon sambil memandangi pohon jeruknya itu.
Wanita itu merasa begitu mencintai pohon jeruknya. Begitu juga dengan pohon jeruknya, ia merasa sangat dicintai oleh wanita itu.

Setiap hari wanita itu menyirami dan memupuki pohon jeruknya. Setiap hari pohon jeruknya menghasilkan sebuah jeruk yang siap dipetik untuknya.
Wanita itu menyukai jeruk yang dihasilkan oleh pohon jeruknya. Rasanya begitu manis, tanpa biji pula. Tiada jeruk lain di dunia ini yang bisa menyaingi rasa jeruk tersebut. Pernah ada bos dari perusahaan jus jeruk yang datang ke rumahnya hendak membeli pohon jeruk itu dengan harga yang sangat mahal, sampai 500 juta rupiah! Bahkan ia dijanjikan untuk diberikan sebuah kebun jeruk hingga berhektar-hektar luasnya. Tapi ia tetap tidak mau menjual pohon jeruk dalam pot itu. Ia terlanjur mencintai pohon jeruknya.

Sebagai rasa terima kasih atas perhatian si wanita, pohon jeruk itu selalu menghasilkan jeruk yang siap dipetik, satu buah setiap harinya. Pohon jeruk itu sangat mencintai wanitanya. Pernah ada bos perusahaan jus jeruk yang datang ke rumah si wanita, mau membeli dirinya dengan harga yang sangat mahal, sampai 500 juta rupiah! Bahkan wanita itu dijanjikan untuk diberikan sebuah kebun jeruk hingga berhektar-hektar luasnya. Tapi wanita itu tetap tidak mau menjual dirinya. Ia sangat mencintai si wanita.

Hingga suatu hari ketika wanita itu sedang memandangi pohon jeruk itu seperti biasanya, mata wanita itu melihat sesosok lelaki di dalam rumah di seberang jalan, tepat di seberang balkonnya. Melalui pintu balkonnya yang sedang terbuka lebar, wanita itu melihat sang lelaki berdiri di dalam kamarnya itu entah sedang melihat apa. Lelaki itu memakan sebuah apel. Apel yang tidak pernah ia sukai, namun lelaki itu telah memikat hatinya.

Semenjak hari itu, wanita itu selalu ke balkon untuk memandangi lelaki itu pada jam yang sama dengan jam ketika ia memandangi pohon jeruknya. Kini, ia hanya memandangi pohon jeruknya sebentar saja karena terlalu lama memperhatikan lelaki itu.

Semenjak hari itu, pohon jeruknya menjadi sedih. Ia tidak lagi merasa diperhatikan oleh si wanita. Semuanya gara-gara lelaki yang berada di seberang jalan itu. Sekarang, si wanita lebih memilih memandangi lelaki itu daripada memandanginya. Tak lagi ia disirami si wanita. Batang-batangnya menjadi lemah, daunnya selalu terlihat kusam, tak lagi hijau seperti biasanya. Bahkan sekarang buah yang ia hasilkan selalu keriput, dan terkadang rasanya terlalu asam. Tapi wanita itu tidak pernah mengambil buah jeruknya lagi. Wanita itu telah menelantarkannya.

Wanita itu sekarang tidak pernah mengambil lagi jeruk yang dihasilkan pohon jeruknya. Wanita itu tidak pernah lagi memandangi pohon jeruknya. Sekarang wanita itu lebih memilih untuk memandangi lelaki yang memakan apel di seberang jalan. Wanita itu telah jatuh cinta. Ia tidak lagi mencintai pohon jeruknya. Sekarang semua cinta di hatinya telah ia berikan kepada lelaki di rumah seberang yang suka memakan apel...


<< Home






September 25, 2005

Angry

 

Sometimes people just want to know so much about my OWN business that I dont think its important for them to know.
I dont know what you think, but for me, its quite a bit ignoring.
I have my own book, its okay if you want to see its cover. But never you dare to open the book and read it without my own permission.
Please, leave me with my own privacy.

Cant you be gone and just leave me alone?


<< Home






Hal Yang Ingin Dilakukan...

 



:





[1] Bikin ulang layout blog
[2] Punya pacar
[3] Ngeband lagi
[4] Menyanyikan lagu2 Radiohead
[5] Baca komik
[6] Tidur terus
[7] Ketemu Kay
[8] Tidur lagi
[9] Berhenti kuliah
[10] Ketemu Kay lagi

Ahhh, andai saja...


<< Home






September 22, 2005

A Weird Date

 

I had a quite weird date on last Saturday. Funny it is. A girl asked me to go to watch Charlie and The Chocolate Factory at Ciwalk’s theater. We promised to meet at 2.30 pm at petshop in the Ciwalk.

Because I came first (and she was late about... 40 minutes), I spent time looking at the pets. There was a parqeet, hamster, cats, dogs, turtles, and... SNAKES!
Goddam, I hate snakes!
So I ran off and waited for her in a music shop.

oKay, half an hour later she came. Half an hour!
Goddam, I hate waiting!
But she looked beautiful, dressed up in a feminim way. Ive never seen her like that before. I must admit, she amazed me in some kind of way that day.
Then she begged mercy from me for showing up too late.
Well, youre late but its okay, I said, as long as the ticket box still open and the film hasnt started yet. At that time, the film will be played ten minutes later and the ticket box still opened.
So we went to the theater to watch the film.

And guess what?
Theres no more Charlie and The Chocolate Factory played on the theater. So we watch Innocent Voices (later I noticed that this film had won 2005 Academy Award on Best Foreign Film). The film was a bit touchy, she cried besides me when the film's over. Im almost cried as well. Damn, that was quite good drama. The director forces you to taste the pain that Chava must hold for an eleven year old boy. We discussed about the film then, until I felt a bit hungry.

We went to Platinum to find something to eat.
About an hour later, she needed to pray, so we went out to nearby musholla.

About ten minutes later, she asked me,
Have we paid for our food?
...no, I havent, I said.
...neither do I, she said.
Goddam, I forgot!

Actually WE forgot.
But I was too ashamed to go back there paying for the food.
Haha, it was very funny in a way. We laughed on each other for a minutes back then.

After that we took a look at a gallery. There's a small gallery at the entrance of Ciwalk. She is majoring in Arts, so she starts a new hobby: eyebrowsing at the gallery. She also forced me to go there. Maybe there’s an inspiration to catch, she said.
And hour later, we decided to go to her home first to grab a jacket. It was quite a bit cold that night and she didnt bring any jacket on. I wanted to lend mine, but she was quite stubborn with nah-that’s-okay-I’ll-be-fine thing.

Late at night, we chat at Olala Cafe. It was my idea to go there. Quite cozy, and it opens 24/7. From the chitchatting, seems like we have the same tastes: Naruto and One Piece comics, Elephant and Tim Burton films, Final Fantasy 7 & 9 (FF8 sucks...). Both of us could get along well. Maybe I should think to ask her to be my girl, haha (yeah, right..).

Sleepy, we were. Then I took a look at the watch, its 2.30 am! No wonder.. So I called a taxi and drove her home before I went home too.

Wow, I didnt know what to think. For a first date, I feel a bit awkward. I mean, I didnt think that we could getting along so well. When it came up that way, I dont really know what to do. Should I ask her next time? Sometime maybe, haha..

<< Home






September 19, 2005

Syuting Jomblo

 

Jam 12 siang gua ke LFM, pgn nongkrong doang. Ternyata lagi ada syuting Jomblo (iya, novel ga mutu karangan Adhitya Mulya itu lho..). Settingnya di selasar LFM. Sementara cast-nya makan siang, kru2 DapurKita (rumah produksinya) nyiapin set, lighting, dll gitu deh.

Terus gua duduk di bangku LFM, sambil makan juga bersama Iqbal dan teman2 lainnya. Tiba2 ada orang datang ke kita, astrada-nya kali ya.

Astrada : Bal! Gua butuh 4 orang buat jadi figuran!
Iqbal : 4 orang? Yang kaya gimana?
Astrada : Terserah deh, yang lucu2 gitu deh. Kalo ga,
(sambil menghitung) satu, dua, tiga, empat... kalian berempat deh!
Kita ber-4 yang cuma kebetulan duduk doang di situ : Heh?!?!

Tapi dengan semangat kita semua manggut2 aja. Kapan lagi kita masuk bioskop walaupun cuma jadi figuran? hehehe...
Trus gua dan ketiga teman gua dikasi make up! berupa foundation! tipis dengan sedikit blush on! pada pipi!
(Haha, gua jadi ingat sama mantan gua yang banci make up dan ga bakal mau keluar rumah kalo ga pake make up meskipun cuma ke warung doang.. =P )
Udah di make up selama 15 menit-an, kita disuruh ke set, langsung di-shoot.
Buset dah. Hina banget gua sampe mau2nya di-make-up-in!

Tapi yang paling hinanya lagi apa?
Peran gua ternyata simpel aja: cukup lewat depan kamera aja selama dua detik.
Bwahaha! gua geli banget! Gua kira ntar disuruh ngapain, eh cuma lewat doang. Gua jadi merasa hina, kok mau2nya ya gua disuruh2 sama mereka.

Gua mau, lagi!
Jadi merasa bodoh sama diri gua sendiri, hahaha...

Jadi siap2 aja nonton ntar film Jomblo di bioskop kesayangan Anda semua! Jangan lupa juga liat gua lewat doang ntar di menit entah keberapa!

Hohoho...

<< Home






September 16, 2005

Tasku Sayang...

 

Gua telah melakukan beberapa kebodohan dalam minggu ini.
Hari Senin pagi gua ke LFM, mau online bentar. Pas udah masuk ke ruang Produksi, komputer tiga-tiganya lagi dipake. Jadi gua cabut ke Labkom Arsitek, online dari arsi sajalah...
Sesampainya di LabKom Arsi, gua taro tas di tempat tas di bagian depan, trus masuk ke ruangan komputernya di dalam.

Terus gua online dua jam.
Ketika gua udah selesai make komputer, gua jalan ke rak mau ngambil tas.
Tapi apa yang terjadi? Gua bingung karena tas gua ga ada!
Sempat kali ada 5 menit gua bengong di depan rak sambil masih mikir, tas gua mana ya? Masa gua ga bawa tas ke sini sih?
Akhirnya pasrahlah gua keluar dari Labkom dengan penuh keyakinan bahwa tas gua menghilang. Damn, mau digimanain lagi. Tasnya murah sih, cuma 25ribuan. Tapi logbook gua ikut lenyap juga dong. Untung duit 4 juta udah ditabung sehari sebelumnya.
Aduh, tapi ada bolpen rotring banyak lagi, yah terpaksa gua harus beli lagi...

Dengan langkah gontai akhirnya gua ke LFM lagi dan langsung menceritakan kisah sedih yang baru saja gua alami ke anak-anak. Sambil juga ngumpat semoga orang yang ngembat tuh tas jadi jomblo seumur idup! (gila, kejam banget ya?)
Eh eh ternyata, siangnya pas gua masuk ruang produksi, gua ngeliat tas gua tergeletak di situ. Hah? gua kaget. Trus kata Dani, si Erikson nyari tasnya, ngilang dari pagi. Padahal dia mau ngurus PRS sama dosen wali.
Gua bingung. Jangan-jangan...
Detik berikutnya gua langsung kabur ke Labkom AR.

Sampai di Labkom AR, gua langsung liat tas Erikson [yang tadinya gak gua ngeh kalo itu tasnya Erikson]! Gua jadi sadar! Ternyata gua salah bawa tas dari LFM ke Labkom Arsi pagi2nya.
Bwahaha, gua kembali ke LFM sambil nyengir2 balikin tas ke Erikson.
Gara2 itu anak2 LFM jadi nyepet gua mulu...
Oknum Darto :“Do, liat tas gua ga?”
Oknum Nando :“Tau, dibawa Jojon kali ke arsi...”
Oknum lain2 : (beramai2 secara serentak)
“Bwahahahaha...”

Kampret emang mereka.
Ah sudahlah, yang penting tas gua ga jadi ilang.
*grin*




<< Home






September 15, 2005

reBORN!

 


yeah!
endlessend.blogspot.com telah lahir kembali dengan sebuah layout baru hasil coba2!
silakan menikmati!
tapi kok layout ini terasa sedikit girlie ya... : P


End.
mencoba menikmati hidup baru dengan lebih ceria.


<< Home






reBORN!

 


yeah!
endlessend.blogspot.com telah lahir kembali dengan sebuah layout baru hasil coba2!
silakan menikmati!
tapi kok layout ini terasa sedikit girlie ya... : P


End.
mencoba menikmati hidup baru dengan lebih ceria.


<< Home






September 10, 2005

Symmetry

 



Lelaki itu sedang terbaring di atas ranjang.
Ia mencoba berpikir, tapi pikirannya malah membuatnya bingung.
Tidak, bukan karena dia akan bertemu Nicholas Saputra yang akan datang jadi bintang tamu di acara yang diadakan akhir pekan ini.
Bukan itu.

Ia sedang... jatuh cinta.

Kamarnya serasa sedang dipenuhi sebuah lagu, sebuah lagu yang terus berputar-putar di benaknya. Lagu orang kasmaran, lagu orang yang sedang jatuh cinta.

Hanya satu yang tidak pernah terpikirkan olehnya,
...mengapa ia jatuh cinta kepadanya?
...kepada dia?

Bukan, bukan karena perempuan itu tidak cantik seperti Mariana Renatta yang tidak jadi akan datang menjadi bintang tamu yang akan diadakan akhir pekan ini.
Bukan karena itu.

Tapi karena dia telah mencuri hatinya tanpa pernah ia tahu. Ia bahkan tidak tahu sejak kapan dia berada di hatinya itu. Dia yang dengan santainya malah duduk-duduk di situ sambil menikmati segelas ice cappucinno.
Saat itu, ia hanya sekilas melihat hatinya, sekelebatan saja. Dan ia menjadi terkejut ketika melihat dia sedang melihatnya dari situ.
[Dia sedang menyeruput segelas ice cappucinno.]

Ia bertanya, sedang apa kau duduk di sini?Dia menjawab, aku sedang menghabiskan waktu melihat isi hatimu..
Ia keheranan, sejak kapan kau berada di situ? Mengapa kau tidak pernah mengatakannya padaku?
Lalu dia menjawab lagi, aku telah berada di sini sejak seminggu yang lalu, kau yang terlalu sibuk dengan dirimu sendiri tanpa pernah memeriksa hatimu sekali-sekali. Waktu itu aku lewat sebentar, kulihat ia terbuka, lalu aku masuk saja ke dalamnya...
Tapi, bagaimana kau bisa masuk ke dalamnya?Kan sudah kukatakan tadi, pintunya terbuka...

Ia terdiam.
Dia sekarang terlihat kecil seperti peri.
Hanya saja tanpa sayap.
Dan dandanannya juga berbeda. Mana ada peri yang memakai sepatu converse di kakinya.

Dia masih melihatnya sambil memegang gelas berisi ice cappucinno yang tidak habis-habis, kali ini dia tidak menyeruputnya.

Ia masih melihatnya memegang gelas berisi ice cappucinno yang sepertinya tidak akan pernah habis ia seruput, namun kali ini dia tidak menyeruputnya.

Lama mereka berpandangan dalam keheningan.
Saat inilah saat dimana waktu terasa berjalan lambat sekali bagai seolah-olah direkam dan diputar kembali dalam kecepatan slow motion.
Saat inilah saat dimana scoring berhenti, meniadakan semua suara sehingga yang ada hanyalah keheningan belaka, keheningan semata. Yang ada hanyalah suara nafas dan detak jantung mereka berdua saja.
Oh betapa dramatisnya.

Bolehkah aku berada di sini? akhirnya ia bertanya.
...
Sebentar saja?
Lalu ia menjawab,
aku tidak mau, tapi untuk saat ini, lakukanlah apa yang kau mau..

Aku lelah, aku ingin tidur dulu.

Detik berikutnya, ia tertidur.
Lagu cinta itu masih terus terdengar hingga ke rumah tetangga sebelah, membuat suasana malam larut semakin hanyut.
[Ia hanyut ke dalam ketenangan malam dalam mimpinya]
Sementara, lagu itu terus bersuara.

Bisakah kamu mendengarnya?
Jika bisa, mungkin kamu juga sedang jatuh cinta...


<< Home






September 01, 2005

...don't you just love goodbyes?

 




i'm caught in a symmetry of your mind
but i'm not happier than you
my words are frail not audible
they do not even convince me
perhaps they are untrue
truly with you the worst is always true
did i really see you or was it a dream
dreaming that it was seamless
i never hoped to be as benign as me
funny how you always get through
in time, you realize
with no interruption of what you had back then
in time, i realize
i really see you, it wasnt a dream
dreaming that it was seamless
yes, you can call me a fool
to not noticing how you stand right here in front of me
until recently
now, both of us know it is too late
time slips away
but i dont want time to run backward, again
i want you
but i dont want to be any part of you
i care for you
but i dont want to be in one of your memories
it will never worked,
that same thing always comes up to my mind
i dont want to even try
so i wont care for you
like i really supposed to
because there are things i'll do
that could really hurt you
ironically, you have been very lovely to me
but just saved yourself for someone’s sweet caress,
not me...



<< Home